Untukmu yang masih bertahan
Awan bergumul, langit mengabu
Suara gemuruh menuju
Rintik pun mulai jatuh
Mengiringi rasa pilu
Tanah di pusara itu belum mengering
Kelopak merah di nisannya masih harum berbisik
Belum juga tangisnya mereda
Masih mencoba mencerna semua
Matanya masih lelah menyimpan sendu
Kali ini hatinya harus patah lagi,
Orang yang sangat dicintainya menyusul Ayahnya pergi
— Ibunya
Ia tak tahu harus menangis untuk yang mana
Air mata seakan tak mampu memilih luka
Dua jiwa yang menjadi alas hidupnya
Telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta
Namun ia tetap berdiri
Meski langkahnya gontai
Tak boleh membuatnya ikut mati
-D-
Komentar
Posting Komentar