Ingatkah gerimis desember itu? Ditemani secangkir kopi panas, kita menatap jalan yang semakin basah. Berteduh dari rintik hujan, lalu bercerita tentang riuhnya dunia. Kabut menebal, dingin menusuk di sekujur tulang. Tubuhku menggigil dalam diam, menyembunyikan degup yang tak biasa. Seketika kau peluk bahuku erat, dan berbisik penuh hangat "aku rindu". Ku tersenyum menatap teduhnya matamu Ku genggam kuat tanganmu, karena ku t akut waktu mencuri detik bahagia yang ku rasa saat itu. ---- Hujan Desember membingkai kita dalam kenangan yang tak lekang. -d- 2025
Postingan
Untukmu yang masih bertahan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Awan bergumul, langit mengabu Suara gemuruh menuju Rintik pun mulai jatuh Mengiringi rasa pilu Tanah di pusara itu belum mengering Kelopak merah di nisannya masih harum berbisik Belum juga tangisnya mereda Masih mencoba mencerna semua Matanya masih lelah menyimpan sendu Kali ini hatinya harus patah lagi, Orang yang sangat dicintainya menyusul Ayah nya pergi — Ibunya Ia tak tahu harus menangis untuk yang mana Air mata seakan tak mampu memilih luka Dua jiwa yang menjadi alas hidupnya Telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta Namun ia tetap berdiri Meski langkahnya gontai Tak boleh membuatnya ikut mati -D-
Perempuannya Bukan Baja
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Padahal perempuannya hanya seorang wanita yang sensitif, Yang mudah rapuh, yang masih banyak kurangnya, yang masih suka bikin salah. Seakan ga tau, atau ga mau tau? Berharap perempuannya adalah malaikat yang sempurna, yang bermental baja atau mungkin hatinya terbuat dari besi Seakan - akan perempuannya akan terus, dan masih sanggup mendengar perkataannya yang terkadang bukan hanya menyakitkan, namun seolah - olah dunia ini adalah salahnya. -D-