Ingatkah gerimis desember itu?

‎Ditemani secangkir kopi panas, kita menatap jalan yang semakin basah.

‎Berteduh dari rintik hujan, ‎lalu bercerita tentang riuhnya dunia.


‎Kabut menebal, dingin menusuk di sekujur tulang.

‎Tubuhku menggigil dalam diam, menyembunyikan degup yang tak biasa.

‎Seketika kau peluk bahuku erat, dan berbisik penuh hangat "aku rindu".


‎Ku tersenyum menatap teduhnya matamu

Ku genggam kuat tanganmu, 

karena ku takut waktu mencuri detik bahagia yang ku rasa saat itu.


‎----


‎Hujan Desember membingkai kita dalam  kenangan yang tak lekang.



‎-d-

‎2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Menyimpan